3 Alasan “Om Telolet Om” Bisa Mendunia

P.S: Mohon maaf sebelumnya, tulisan ini dibuat hanya untuk memeriahkan salah satu karya anak bangsa yang telah berhasil mendunia. Segala isi tulisan yang ada dalam artikel tidak ada maksud untuk menyudutkan pihak manapun, sebab penulis tidak merokok dan butuh rokok dalam jumlah besar untuk bisa berhasil menyundutkan banyak pihak.

Sekitar hari rabu kemarin, saat sedang mengecek timeline twitter, tiba-tiba ada satu tweet berupa kumpulan foto yang berisi artis-artis internasional mentweet kata-kata yang sama dengan bunyi “om telolet om”.

Wah, saya pun berpikir

“ah ini mungkin cuman photoshop, nggak mungkinlah artis ngetweet kayak gini”.

Akhirnya saya pun mengecek twitter artis-artis yang tertera dalam foto dan benar saja ternyata mereka benar-benar mentweet kata-kata tersebut. Artis-artis seperti Zedd, Chainsmoker, Marshmello dkk, Ternyata benar-benar melakukan tweet tersebut.

Saya dalam hati bekata “ luar biasa tukang terompet Indonesia, mereka berhasil melakukan marketing terompet hingga luar negri”

Jujur, awalnya saya mengira kata-kata “om telolet om” itu adalah kata-kata para penjual terompet, apalagi saat ini sedang bertepatan dengan tahun baru dimana terompet-terompet tahun baru biasanya banyak dijual.

Coba kita kaji kata-katanya

Om = panggilan penjual kepada pembeli, terutama bapak-bapak yang sedang bawa anak. (Biasanya anak-anak menangis minta dibeliin terompet), nggak mungkin ibu-ibu dipanggil om.
Telolet = bunyi terompet, apalagi kalo lagu India, teloletnya lebih mantap (maaf sudah alam bawah sadar, bunyi klakson bus yang saya tahu hanya tiiiit, mungkin kalo tweetnya “om tiiiiit om” saya bisa ngerti tapi entah kenapa kalimat tersebut terasa seperti ada yang disensor)
Om = Penghalus dalam kata-kata, sengaja diulang agar kalimat tidak terasa memaksa.

Namun setelah menonton beberapa video remix “om telolet om” akhirnya saya mengerti yang dimaksud adalah bunyi klakson bus dan truk, awalnya kecewa ternyata bukan tukang terompet yang berhasil mempromosikan “om telolet om” padahal saya sudah berimajinasi para tukang terompet yang berjasa tersebut akan diundang ke berbagai acara talkshow, terus joget-joget bahagia ikut quiz, setelah itu bareng-bareng membuat band terompet tahun baru, dan tour keliling dunia, walaupun saya sadar bunyinya bakal hanya satu suara.

Tetapi, dari kekecewaan itu ternyata ada kebanggan yang lebih, sebab demam telolet yang melanda dunia itu berhasil diraih karena kita bersatu untuk memposting om telolet om secara serempak dan bersama-sama baik sengaja maupun tidak sengaja kepada artis dunia.

Inilah rasa persatuan kawan.

Tetapi kenapa para artis-artis dunia itu mau mengtweet kembali “om telolet om”, berikut 3 alasan yang tidak perlu kalian percayai

1. Faktor FoMO (Fear of Missing out)

Bayangkan saat anda dikelas, tiba-tiba seluruh siswa di kelas berteriak “om telolet om”, anda yang bingung tidak tau apa-apa mulai mencari-cari dan bertanya apa itu om telolet om ada yang mencoba mencari digoogle, ada yang cari bus dan mencoba om telolet om, ada yang mencari video telolet di youtube (video terompet india ternyata). Hal ini dilakukan agar anda tidak merasa tertinggal atau istilahnya ketinggalan jaman.

Hal ini jugalah yang terjadi pada para artis, karena heran banyak sekali comment “om telolet om” yang dilakukan oleh para penggemarnya, dan mereka pun tidak tahu artinya apa, agar merasa tidak ketinggalan zaman akhirnya mereka pun ikut mengtweet “om telolet om”, biar kelihatan asik dan gaul dimata penggemarnya selain itu effort yang dilakukan pun tidak terlalu besar tinggal copas kalimat tadi, tidak perlu capek mengetik kemudian tweet berhasi dibuat dan penggemar pun senang.

2. Bunyi “om telolet om” sangat unik seperti suara efek instrumen elektronik

Para DJ dunia yang pertama kali terkena demam telolet, mungkin awalnya mengira bahwa ini adalah suara instrumen elektronik yang sering mereka mainkan (walaupun bagi saya telolet ini mirip alunan musik dangdut), sehingga DJ-DJ pun dengan sangat senang hati ikut meramaikan jagat perteloletan dunia. Selain itu kata telolet ini juga punya keunikan lain yaitu merupakan kata palindrome dimana bila kita baca dari depan maupun belakang tulisannya tetap telolet.

Dan mengatakan “om telolet om” tidak terlalu mengeluarkan tenaga bila bandingkan dengan “om teloletdistakdistakteloletdistakdistak om” cukup sulitkan?

3. Kerjasama yang solid

Tapi yang patut diancungi jempol kenapa hal ini bisa viral, adalah kerjasama yang solid dari seluruh pengguna social media diseluruh Indonesia yang mau mengshare tulisan “om telolet om” dimana-mana. Kenapa hal ini bisa terjadi, kenapa orang-orang mau mengshare “om telolet om”. Menurut saya alasannya ada 2, pertama, telolet tidak memiliki sinonim, jadi tidak ada yang aneh-aneh mengganti kata telolet sebab bila diganti maknanya akan berbeda. Selain itu senyum bahagia anak-anak ketika berhasil mendengar suara bel dari bus juga jadi pemicu orang-orang mau mengshare tulisan “om telolet om” istilahnya berbagi kebahagiaan, sebab kebahagiaan itukan menular nggak cuman penyakit.

Akhir kata, saya sebenarnya sampai sekarang masih berpikir kenapa anak-anak sangat bahagia hanya dengan mendengar suara telolet dari bus maupun truk, mungkin inilah istilahnya ask and give pleasure, they ask and the driver give, semuanya akan bahagia bila tujuannya tercapai bukan? Mungkin ini yang dirasakan oleh anak-anak.

Atau sepertinya tidak ada alasan, sebab saat ingin bahagia apakah kita butuh alasan?

(Visited 146 times, 1 visits today)

6 thoughts on “3 Alasan “Om Telolet Om” Bisa Mendunia

Leave a Reply