5 Tips Membuat Motivation Letter Untuk Mendaftar S2

motivation letter

Motivation Letter menjadi syarat wajib untuk mendaftar S2 di luar negeri. Banyak yang bingung bagaimana format yang baik dan benar dalam menuliskan motivation letter. Saya sendiri pada awalnya juga bingung mengenai format penulisan motivation letter, karena pihak universitas sendiri tidak memberikan keterangan apapun yang bisa membantu. Sehingga dengan artikel ini saya mencoba berbagi contoh dalam membuat motivation letter berdasarkan pengalaman pribadi saya mendaftar beberapa universitas di Swedia, Jepang dan Korea.

1. Buatlah dalam 1 Halaman

Bila pihak universitas tidak memberikan batasan atau ketentuan panjang motivation letter, sebaiknya kita hanya membuat motivation letter sepanjang 1 halaman. Hal ini dikarenakan, berkas yang masuk ke universitas tidaklah sedikit, sehingga alangkah baiknya kita hanya menaruh poin-poin penting saja didalam motivation letter, sehingga tidak membuat pemeriksa enggan membaca motivation letter kita dengan alasan terlalu panjang.

Selain itu, bila kita berfokus hanya membuat 1 halaman saja. Kita dapat berpikir lebih kreatif dan punya waktu untuk membuat alur motivation letter yang bisa dibaca dengan lebih menarik. Kitapun terpaksa hanya memasukkan poin-poin tertentu yang dianggap penting saja, dan itu dapat mengeliminasi hal-hal yang tidak seharusnya ada didalam motivation letter.

2. Buatlah Motivation Letter Dengan Struktur 4 Paragraf

Biasanya paragraf pertama saya awali dengan latar belakang permasalahan yang ada disektor tertentu. Sektor ini harus berkaitan dengan jurusan yang akan kita daftar. Gunakan data real akan sangat mendukung latar belakang.

Paragraf kedua berisi mengenai alasan mengapa ingin berkuliah dijurusan itu dan kenapa mengambil universitas itu.

Paragraf ketiga berisi pengalaman kita dibidang tersebut seperti hardskill ataupun softskill yang dapat membantu selama berkuliah dijurusan itu nantinya.

Paragraf keempat berisi kesimpulan berisi kalimat penutup dan harapan untuk dapat berkuliah disana.

3. Setiap Paragraf Harus Berisi 3 Alasan

Selalu ingat rule of 3, rule of 3 adalah gaya menulis yang secara psikologi membuat orang lebih ingat terhadap informasi yang kita berikan. Jadi saat paragraf pertama, teman-teman harus mampu memberikan 3 latar belakang permasalahan disektor tertentu, lalu pada paragraf 2 menjelaskan 3 alasan mengapa berkuliah dijurusan tersebut, lalu pada paragraf 3 menjelaskan 3 pengalaman yang dapat membantu dijurusan tersebut.

Paragraf 4 tidak perlu menggunakan rule of 3, karena merupakan kalimat penutup.

4. Buat setiap paragraf saling berhubungan

Agar motivation letter kita dapat dibaca dengan mudah, maka setiap paragraf harus saling berhubungan. Kita tidak maukan, motivation letter kita malah menjadi berantakan karena paragrafnya berdiri sendiri.

Cara paling mudah yang saya gunakan biasanya, paragraf 1 saya menjelaskan masalah-masalah. Kemudian pada akhir paragraf 1 saya mencoba memberikan solusi akan masalah tersebut.

Kemudian pada paragraf 2 saya menjelaskan bahwa saya belum mampu menyelesaikan solusi tersebut sehingga saya butuh ilmu tambahan yang bisa didapatkan dari jurusan di universitas tersebut.

Pada paragraf 3, teman-teman dapat menjelaskan bahwa kita sudah memiliki basic ilmu yang baik dibidang tersebut sehingga dapat membantu proses belajar dijurusan itu nantinya, lalu sebutkan pengalaman teman-teman.

5. Check grammar dan diskusikan dengan teman

Ini proses yang paling memakan waktu. Saya biasanya meminta minimal tiga orang untuk memberikan masukkan mengenai motivation letter saya. Karena apa yang kita anggap baik belum tentu baik oleh orang lain sehingga mendapatkan review dari orang lain sama saja kita mencoba melihat tulisan kita dari perspektif orang lain.

Bila kalian malas meminta review dari orang lain, kalian bisa coba untuk tinggalkan tulisan kalian selama 1 atau 2 hari lagi. Kemudian baca kembali tulisan kalian, disini teman-teman akan mendapatkan sudut pandang baru karena pikiran-pikiran sebelumnya dalam menulis tulisan ini sudah hilang.

Saya berharap artikel ini dapat membantu teman-teman yang sedang mencari inspirasi mengenai motivation letter. Semoga sukses dengan yang diimpikan

(Visited 334 times, 1 visits today)

4 thoughts on “5 Tips Membuat Motivation Letter Untuk Mendaftar S2

  1. hi admin,

    saya berminat untuk s2 renewable energy tp s1 saya petroleum apa masih relevan dan acceptable? kalo boleh tau dulu admin s1 nya apa, ambil s2 jurusan apa? di kampus mana? program beasiswanya yg siss atau ino. tks

    1. Halo

      Terima kasih untuk pertanyaannya
      Sebenarnya untuk melanjutkan studi ke jenjang S2 yang berbeda dengan studi S1nya bisa-bisa saja,
      asalkan memenuhi persyaratan yang diminta oleh program S2 salah satu contohnya adalah persyaratan mata kuliah yang pernah diambil di S1.

      Untuk kasus anda, menurut saya mungkin untuk mengambil S2 renewable energy asalkan saat S1 anda pernah mengambil mata kuliah thermodynamics, fluid mechanics atau heat transfer ( Salah satu contoh persyaratan masuk jurusan renewable energy di KTH Swedia https://www.kth.se/en/studies/master/sustainable-energy-engineering/entry-requirements-1.48668)

      Kebetulan saya juga cross jurusan, S1nya Electrical Power Engineering lalu S2nya Interactive Media Technology (Lumayan jauh ya nyebrangnya hehehe), untuk kampusnya sendiri saya KTH Royal Institute of Technology Stockholm.Beasiswanya yang SISS tapi yang Inno sempet daftar juga tapi hanya dapat beasiswa parsial jadi yang diambil SISS saja

      Semoga bisa menjawab pertanyaannya ya

        1. O ia, kalo mau kontak yang fast response, bisa langsung kontak via chat group facebook techraveller kok

          heheheh, biar groupnya ke utilize juga, sepi chat groupnya kayak kuburan

Leave a Reply