6 Negara Penghasil Renewable Energy Terbesar di Dunia

Renewable Energy

Beberapa tahun terkahir, perkembangan renewable energy atau energi terbarukan mengalami peningkatan pesat diseluruh negara di Dunia. Walaupun pada awalnya penggunaan energi terbarukan sudah lebih dulu dikenal dengan banyaknya pemanfaatan hydro power atau tenaga air untuk membangkitkan listrik, namun  dalam 1 dekade terakhir perkembangan energi terbarukan seperti solar power (tenaga matahari), wind power (tenaga angin) bahkan biomass menjadi primadona diberbagai negara untuk dikembangkan menjadi sumber pilihan sumber energi listrik tiap negara.

Pertumbuhan Wind Power
Pertumbuhan Kapasitas Wind Power di Dunia

Berdasarkan pengamatan, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan energi terbarukan menjadi pilihan untuk dikembangkan saat ini. Bila dilihat dari sisi ekonomi, harga dari renewable energy untuk saat ini dapat dikatakan ekonomis dan mampu bersaing dengan energi berbahan bakar fosil.

Trend Harga Solar PV
Trend Harga Solar PV yang Selalu Menurun (Source :BNEF)

Sebagai contoh data dari US Energy Outlook tahun 2015 membandingkan harga dari bahan bakar fosil seperti batu bara berkisar pada rentang angka $0.095-$0.15/kWh dan bila dibandingkan dengan harga dari energi terbarukan seperti Solar PV  dapat bersaing dengan biaya $0.125/kWh  dan harga ini masih dapat lebih rendah lagi melihat trend harga panel PV yang selalu turun setiap tahunnya, bahkan pembangkit listrik energi terbarukan lainnya seperti tenaga air dapat berbiaya lebih murah dari pada bahan bakar fosil dengan harga $0.08/kWh.

Perbandingan Harga Energi
Perbandingan Harga Energi dengan Sumber yang Berbeda (Source: US Energy Outlook)

Selain nilai ekonomi yang dapat bersaing, sumber daya energi terbarukan yang hampir dapat ditemukan tersebar diseluruh negara di Dunia membuat, semua negara sangat tertarik untuk mengembangkan energi ini dimasing-masing negara dari pada harus bergantung pada bahan bakar fosil yang hanya dikuasai oleh segilintir negara. Selain itu isu climate change atau perubahan iklim yang sudah lama berhembus dan kini mulai terasa efeknya membuat negara-negara di Dunia berpikir 2 kali untuk mengembangkan energi berbahan bakar fosil (Baca juga: Mungkinkah Climate Change dapat menyebabkan Perang?). Dengan adanya persetujuan seluruh negara di Dunia pada september 2015, melalui Sustainable Development Goals (SDGs) pada goal #7 untuk mengembangkan “affordable, realiable, sustainable and modern energy for all” membuat energi terbarukan bukan lagi wacana tetapi kewajiban untuk dikembangkan disetiap negara. Selain itu untuk menanggapi serius isu goal #7 ini maka pada bulan desember tahun yang sama diadakanlah kembali pertemuan di Paris dan berhasil menelurkan paris agreement salah satu poin pentingnya adalah ke 195 negara yang menghadiri pertemuan ini berjanji untuk menjaga agar suhu bumi dibawah 1.5 °C. Perjanjian inilah yang melahirkan banyak regulasi-regulasi baru untuk perkembangan energi terbarukan diseluruh negara di Dunia (Baca juga: Renewable Energy Solusi Menghadapi Climate Change).

Paris Agreement
Pertemuan Pemimpin Negara Membahas Paris Agreement (Source: C2ES)

Dengan tingginya perkembangan energi terbarukan, untuk saat ini terdapat beberapa negara yang menjadi penghasil terbesar energi terbarukan, berdasarkan data dari International Energy Statistics tahun 2016. Dengan peringkat ini diharapkan kita dapat mempelajari bagaimana teknologi dari negara-negara ini dalam memanfaatkan energi terbarukan untuk memenuhi konsumsi negara masing-masing dalam skala besar.

6. Germany (195.900 GWh)

Renewable Energy
Peringkat 6 Ditempati Oleh Jerman (Source: Evwind)

Pada peringkat 6 terdapat negara Jerman sebagai penghasil energi terbarukan terbesar di Dunia, dimana sekitar 32,7 % kebutuhan energi Jerman disuplai oleh energi terbarukan. Bila ditilik lebih jauh lagi, saat ini Jerman menjadi negara penghasil energi terbarukan terbesar nomor 2 untuk Solar power dan dan nomor 1 untuk Biomass didunia yaitu masing-masing sekitar 38.400 GWh dan 50.000 GWh. Posisi Jerman di Eropa dan bertetangga dengan negara yang juga mengembangkan renewable energy seperti Denmark membuat Jerman memiliki keuntungan tambahan dengan mampu mengimpor listrik dari negara lain sehingga kebutuhan konsumsi listrik Jerman masih dapat terpenuhi oleh energi terbarukan negara lain dan presentasenya menjadi lebih besar dari 32,7 % bila dihitung dengan tambahan dari negara lain.

Meuro Solar
Meuro Solar Power Plant (Source: Habdank-pv)

Perusahaan-Perusahaan Jerman juga terkenal sebagai penyuplai peralatan renewable energy seperti Siemens, Enercon atau Nordex, hal ini yang mungkin membuat perkembangan teknologi renewable energy di Jerman dapat terus berkembang dari hari ke hari. Salah satu pembangkit listrik tenaga surya terbesar di Jerman adalah Solarpark Meuro yang memiliki kapasitas 166 MW peak yang terdiri dari 636.000 solar panel.

5. India (199.159 GWh)

Renewable Energy
Peringkat 5 Ditempati Oleh India (Source: Solarquotes)

Berada pada peringkat ke-5 adalah India, negara dengan populasi tertinggi ke-2 di Dunia ini menjadikan energi terbarukan sebagai sumber energi dengan presentase sebesar 19.11% dari total konsumsi keseluruhan dimana sebagaian besar didominasi oleh energi bertenaga air. Walaupun angka ini terbilang kecil, namun saat ini India mulai berencana untuk meningkatkan produksi energi dari energi terbarukan.

Muppandal Wind Farm
Muppandal Wind Farm, Wind Farm Onshore ke-2 Terbesar di Dunia (Source: Peopleandtheplanet)

Berdasarkan Ministry of New and Renewable Energy (MNRE) India merencanakan untuk meningkatkan dan membangun lebih banyak lagi pembangkit listrik dari renewable energy, dimana pada tahun 2016 kapasitas energi terbarukan India saat ini sekitar 43 GW dan menargetkan pada tahun 2022 meningkatkan menjadi 175 GW. Target ambisius ini terdiri dari 100 GW solar power, 60 GW dari wind power, 10 GW dari bio power dan 5 GW dari small hydro power. Untuk saat ini India memiliki Wind Farm Onshore terbesar ke-2 di Dunia dengan kapasitas 1,5 GW  bernama Muppandal Wind Farm

4. Canada (397.344 GWh)

Renewable Energy
Niagara Hydro Power Plant Canada (Source: solar-power-made-affordable)

Pada peringkat ke-4 adalah Kanada dengan produksi energi terbarukan sebesar 397.344 GWh, dan membuat energi ini menyuplai 64.48% total energi listrik dari Kanada. Angka ini cukup menarik karena dapat dikatakan Kanada menjadi salah satu dari sedikit negara yang berhasil memiliki proporsi energi terbarukan yang lebih besar dari pada energi fosil untuk menyuplai kebutuhan energinya. Untuk saat ini, Hydro Power memiliki porsi paling besar dengan kapasitas total sebesar 75 GW, hal ini wajar karena potensi dari tenaga air yang sangat besar dimiliki oleh negara Kanada.

3. Brazil (451.476 GWh)

Renewable Energy
Itaipu Hydro Power Plant, Brazil

Pada peringkat ke-3, negara penghasil renewable energy terbesar adalah Brazil dengan 83.98% total energi negara ini disuplai oleh energi terbarukan terutama oleh tenaga air. Tidak heran sebab Brazil berada pada posisi ke-3 negara dengan potensi hydro power terbesar dibelakang China dan Russia. Salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Air terbesar yang yang dimiliki oleh Brazil adalah Itaipu Power Plant, dimana lokasi damnya berada diantara Paraguay dan Brazil. Pembangkit ini menjadi, pembangkit listrik tenaga air terbesar nomor 2 di Dunia dengan kapasitas 14.000 MW.

Renewable Energy
Ladang Tebu, Untuk Memproduksi Bahan Bakar Ethanol (Source: MintPress)

Selain hydro power, Brazil dikenal juga dengan penggunaan bahan bakar bioetanol yang bersumber dari tebu yang dikembangkan sejak 1975. Saat ini sekitar 25% kendaraan di Brazil menggunakan Ethanol sebagai bahan bakar kendaraan

2. United States ( 590.501 GWh)

Renewable Energy
Pada Peringkat 2, Amerika Serikat (Source: CleanTechnica)

Pada peringkat ke-2 adalah Amerika Serikat dengan porsi energi terbarukan sebesar 14,27%. Porsi ini terbilang kecil, karena tingginya kebutuhan energi masyarakat Amerika sehingga untuk memenuhinya bahan bakar fosil masih menjadi pilihan utama. Sama seperti negara lainnya hydro power masih menjadi penyumbang energi terbarukan utama. Namun selain hydro power, wind power juga menjadi penyuplai utama untuk energi terbarukan sebesar 4.1% dengan total kapasitas pembangkit sebesar 72 GW, hal ini menjadikan Amerika Serikat sebagai negara dengan kapasitas wind power terbesar nomor 2 di Dunia.

Renewable Energy
The Geysers Power Plant (Source: Energy.ca.gov)

Dari Keenam negara ini, Amerika Serikatlah yang menjadi terdepan dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi, pembangkit panas bumi terbesar di Dunia terdapat di Amerika Serikat bernama the Geysers dengan kapasitas sebesar 1,5 GW dan menjadikan Amerika sebagai penghasil energi Geotermal terbesar di Dunia.

1. China ( 1.064.337 GWh)

Renewable Energy
Three Gorges Dam, Hydro Power Plant dengan Kapasitas Terbesar di Dunia

Dan pada peringkat pertama dengan produksi energi terbarukan terbesar di Dunia adalah Tiongkok sebesar 1 Juta GWh dan menjadikan energi terbarukan memiliki porsi 25% dari total produksi listrik negara ini. Jumlah penduduk yang mencapai 1,3 miliar orang membuat, konsumsi energi listrik menjadi sangat tinggi di negara ini, sehingga tidak heran kapasitas pembangkit untuk energi terbarukan yang dimiliki negara ini akan sangat tinggi bila dibandingkan dengan negara lain. Saat ini Tiongkok memiliki kapasitas solar power sebesar 43 GW dan menjadikan negara ini memiliki kapasitas solar power tebesar di Dunia.

Wind Farm
Gansu Wind Farm, China, Wind Farm berkapasitas Terbesar di Dunia 9Source: Emaze)

Selain itu kapasitas pembangkit angin dari negeri tirai bambu juga menjadi nomor 1 di Dunia dengan total kapasitas pembangkit sebesar 129 GW dengan pembangkit terbesar yang dimiliki bernama Gansu wind farm dengan kapasitas 6 GW. Dan terakhir yang paling spektakuler adalah produksi energi listrik melalui hydro power yang dimiliki Tiongkok adalah yang terbesar di Dunia dengan kapasitas terpasang sebesar 319 GW dan salah satu pembangkit listrik tenaga air terbesar di Dunia terdapat di Tiongkok bernama Three Gorges dengan kapasitas 22.5 GW.

(Visited 1,121 times, 1 visits today)

Leave a Reply