Georgia, Permata Tersembunyi diujung Eropa

Georgia

Georgia, negara yang 2 dekade lalu masih dibawah pemerintahan Uni Soviet, kini berkembang menjadi negara independen yang penuh keberagaman. Saat budaya Rusia yang berada di sebelah utara dipertemukan dengan budaya dari Turki dan Armenia di selatan menghasilkan percampuran budaya unik yang mungkin hanya bisa ditemukan di Georgia. Negara yang sebelah timur berbatasan dengan Azerbajian dan sebelah barat dengan Laut Mati, tumbuh dan berkembang menjadi negara yang hangat karena iklim Mediterania dari Laut Hitam. Negara ini menyimpan ribuan keunikan mulai dari bahasa, budaya hingga sejarah yang dapat mempesona para pengunjung negara ini.

Georgia
Georgia berada diantara Russia, Turki, Armenia dan Azerbajian

Georgia memiliki sejarah unik serta sempat beberapa kali menjadi rebutan berbagai kerajaan karena posisinya yang strategis. Seperti pada abad ke 12  saat kerajaan mongolia menyerang, kemudian pada abad ke 13 saat Georgia diperebutkan oleh kerajaan persia dan ottoman hingga pada tahun 1800 Georgia menjadi milik Russia, dengan banyaknya kerajaan besar yang menduduki Georgia hal ini menyebabkan terjadi asimilasi budaya yang berbeda dan menghasilkan budaya baru yang unik dan hanya dapat ditemui di negara ini, salah satu yang menarik adalah bahasa Georgia.

Bahasa Kuno yang Unik

Aksara Georgia
Aksara Pada Bahasa Georgia (Source: Emaze.com)

Bahasa Georgia berbeda dengan bahasa negara lain, bahasa ini berakar dari grup lingustik kuno dan berbeda dengan bahasa negara lain. Bahasa ini mungkin terdengar asing bagi para wisatawan yang mengunjungi negara ini. Banyak konsonan pada bahasa ini menggunakan suara yang berasal dari tenggorokan yang bila didengar akan terasa unik. Selain itu bahasa Georgia terdiri dari 33 huruf yang mirip dengan bahasa aramaic saat zaman kehidupan nabi Isa. Dikatakan bahwa huruf Georgia ini dibuat pada abad ke-3 sebelum masehi dan direformasi oleh raja Parnavaz I dari Iberia pada tahun 284 sebelum masehi. Untuk mata yang tidak terbiasa, huruf-huruf tersebut kadang mirip satu sama lain, banyak huruf yang berlekuk-lekuk yang dapat membuat pembaca asing melihat huruf-huruf tersebut terlihat sama. Namun dengan kerumitan tersebut, terdapat keindahan pada lekukan-lekukannya dan cocok untuk negara yang memiliki sejarah yang panjang.

Selain dari bahasa, keunikan lainnya muncul dari nama negara Georgia itu sendiri. Bagi penduduk asli Georgia nama negara mereka bukan Georgia tetapi Sakartvelo.  Masih belum diketahui asal nama georgia tersebut namun salah satu teori mengatakan saat abad pertengahan ketika tentara salib melalui daerah ini untuk menuju ke tanah suci. Saat itu Georgia masih berada dibawah pemerintahan kerajaan persia, dan para penduduk daerah tersebut dikenal sebagai “Gurj” dan mereka juga pemuja dari St George. Teori ini mengatakan saat para tentara membuat koneksi dan menamai daerah ini Georgia. Sekarang teori ini dapat dikatakan hampir tepat dikarenakan banyaknya patung emas dari saint penebas naga yang mendominasi pusat kota Tbilisi dan juga bendara salib merah dengan bakcground putih yang dapat dilihat dimana-mana.

Percampuran Banyak Budaya Menghasilkan Budaya Georgia yang Unik

Georgia
Pernak-Pernik Berbau Stalin Akan Selalu Anda Temui di Georgia (Source: BBC.com)

Budaya Russia juga mendominasi keseharian penduduk Georgia. Bila kita berkunjung ke pasar loak akan akan sangat mudah ditemui gambar Pria berjanggut lebat menghiasi jualan para pedagang. Pria itu adalah Joseph Stalin setelah 60 tahun kematiannya, wajah Joseph Stalin masih menjadi komoditas pasar yang dapat dijual belikan sebagai pernak pernik. Hal ini disebabkan karena Joseph Stalin merupakan mantan pemimpin uni soviet yang berasal dari Georgia, namun karena Joseph Stalin adalah pemimpin Uni Soviet sedangkan Georgia merupakan negara yang sudah lepas dari Uni Soviet, hal ini menyebabkan kebingungan dalam menyikapi kehadiran sosok “Paman Joe” dimasyarakat. Banyak Patung Joseph Stalin yang dirubuhkan namun ada beberapa yang dibangun kembali di pusat kota. Selain itu banyak penduduk tua georgia menganggap dia sebagai pemimpin yang tangguh yang berhasil mengalahkan Hiltler dan bangga bahwa Gerogia dapat menghasilkan pemimpin yang memiliki impact untuk dunia dan sejarah. Tetapi kadang dia juga dianggap sebagai seorang diktaktor yang menyiksa rakyatnya sendiri.

Georgia
Gereja Ortodoks Timur Menjadi Bagian Penting dalam Kehidupan Masyarakat Georgia (Source: Agenda.ge)

Selain budaya yang ditinggalkan Russia, Agama kristen juga cukup mengakar dalam budaya masyarakat Georgia. Hal ini menimbulkan keunikan dari Georgia yaitu banyaknya gereja-gereja tua berumur ratusan tahun yang sejarah bangunannya mengikuti sejarah dari agama itu sendiri. Patut diketahui bahwa hampir 80% penduduk georgia memeluk agama kristen ortodoks angka ini cukup tinggi bila dibandingkan dengan negara eropa lainnya yang presentase pemeluk agamanya mulai menurun. Banyaknya pemeluk agama juga terbawa dalam kehidupan masyarakat lokal, terdapat bermacam-macam festival keagamaan seperti Sajvareoba, Kvirikoba, Bubaoba dan lainnya yang hanya dapat ditemui dinegara ini.

Festival Sajvareoba misalnya, festival ini biasanya diadakan pada sabtu ke-8 Paskah, pada hari itu para penunggang kuda dari desa Gari pergi untuk berjaga-jaga di desa Kvaja didaerah Ossetia. Terdapat aturan khusus pada perayaan ini dimana hanya pria yang dapat pergi ke gunung, menurut legenda bila ada wanita yang pergi kegunung maka cuaca akan berubah dan turun hujan. Selain itu terdapat perayaan Kvirikoba yang dirayakan pada tanggal 27 july untuk memperingati santo Kvirike dan Ivlitta. Pada perayaan keagamaan ini akan terdapat banyak alkohol dan ritual keagamaan yang melibatkan pengorbanan hewan. Festival ini berkaitan dengan santo Kvirike sebagai pelindung kesuburan tanah, manusia dan binatang.

Pemandangan Pegunungan Kaukasus akan Jadi santapan sehari-hari

Shkara Georgia
Pemandangan Pegunungan Kaukasus, dengan Puncaknya Shkara (Source: Tripadvisor)

Selain sejarah, budaya dan bahasa, pemandangan indah juga dimiliki oleh Georgia sebagai pesona negeri ini, banyak orang menyangka bahwa pegunungan alpen adalah pegunungan tertinggi di Eropa, padahal faktanya gunung tertinggi adalah pegunungan Kaukasus yang menjadi peembatas Russia dan Georgia. Walaupun puncak tertinggi terdapat di Russia namun pucak kedua tertinggi terdapat di Georgia yaitu Shkara dengan ketinggian 5.193 m mengalahkan Mont Blanc yang 400 m lebih rendah. Pegunungan yang indah ini memiliki jalanan berbahaya dan desa yang tertutupi salju sebagai legenda tempat ini. Dalam mitologi yunani pegunungan ini adalah pilar yang menyangga Dunia dan disini tempat dimana Zeus mengikat Prometheus hingga hatinya dimakan oleh elang. Namun sekarang tempat ini berubah menjadi destinasi pendakian, ski dan surga bagi para adventure junkies.

Penduduk Georgia
Penduduk Georgia (Source: Infoaboutgeorgia)

Penduduk Georgia juga menjadi bagian dari keunikan negara itu sendiri. Banyak orang Georgia percaya bahwa tamu atau pendatang adalah pemberian dari Tuhan. Untuk para pendatang yang berkunjung ke negara ini akan merasakan interaksi yang cukup menyentuh dan dapat selalu diingat. Raut wajah mereka kadang dingin pada awal jumpa. Tapi semua itu berubah menjadi senyuman beberapa detik kemudian dan akan membantu bila diperlukan. mereka berani memberikan begitu banyak untuk orang asing yang baru ditemui.

Begitu banyak keunikan yang dimiliki Georgia yang patut untuk digali dan dijelajahi. Saat perpaduan bentang alam yang indah, bahasa, sejarah, gereja tua, asimilasi budaya russia turki dan agama kristen ortodoks serta penduduk menjadi perpaduan ciamik dan menjadi pesona negeri ini. Saat banyak orang diluar menyangsikan kestabilan politik serta keamanan negeri ini dikarenakan banyaknya gerakan separatis, namun Georgia tetap tumbuh dan siap menjadi pemuas bagi para pelancong yang ingin menikmati keunikan dan pemandangan klasik dari sebuah permata diperbatasan Eropa.

Sumber:

https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/gg.html. Diakses pada 9 Oktober 2015

http://www.exploregeorgia.org/trip-ideas/events-festivals. Diakses pada tanggal 10 Oktober 2015

http://www.lonelyplanet.com/georgia. Diakses pada tanggal 10 Oktober 2015

http://www.ancientscripts.com/georgian.html. Diakses pada tanggal 10 Oktober 2015

(Visited 302 times, 1 visits today)

Leave a Reply