Law of Averages: Teori Probabilitas Yang menjelaskan Makna dari Kerja Keras

law of averages

Artikel kali ini akan saya coba tulis dalam waktu 45 menit (Sebenarnya nggak penting statement ini).

Sebagai pengguna internet sejati, terdapat 3 website penting yang akan selalu saya kunjungi setiap kali saya membuka browser yaitu:

  • Google.com
  • Facebook.com
  • Youtube.com

Tidak mengunjungi ketiga situs ini, rasanya seperti membeli nasi goreng tanpa diikat karet gelang (nggak penting). Kadang dalam petualangan di dunia maya, sering kali saya menemukan beberapa informasi yang sangat mind blowing, yang membuat pikiran ini kembang kempis seperti hidung saat lagi napas. Seperti video om telolet om, berita pemilu DKI Jakarta yang sangat panas, hingga iklan peninggi badan selalu menghiasi timeline social media saya.

Namun sekitar awal tahun kemarin, saya sempat menonton sebuah video motivasi di youtube yang bisa dibilang cukup berbobot bila dibandingkan dengan video-video trending lainnya. Judul videonya adalah “law of averages: How to be successful in anything you do” diupload oleh channel improvement pill.

Oke dari judul sudah sangat menarik, ditambah thumbnail video berupa animasi semakin saya tertarik untuk menonton video ini.

Tanpa berekspetasi apapun saya langsung saja menonton video ini. Apalagi dalam benak saya, video motivasi yang selalu membahas mengenai kesuksesan biasanya selalu menjadi hal yang “dengar, pahami dan lupakan”.

Isi dari Video

Video ini berkisah mengenai pengalaman sang pembuat video ketika menjadi sales door to door, dimana dia biasanya menghabiskan 60 jam waktunya dalam seminggu untuk mengerjakan pekerjaan ini tanpa berhasil mendapatkan klien dan menjual produk.

Selama menjadi sales door to door ia menemukan konsep yang menarik. Salah satu konsep dalam training yang selalu ia ingat dan membawanya kedalam kesuksesan dalam hidup yaitu “the law of averages”. Untuk memahami konsep ini, sang penjual menceritakan mengenai pekerjaan saat menjual produk telekomunikasi di sebuah gedung yang terdiri atas beberapa lantai dan pintu kamar.

Saat menjual dia mengolongkan pembeli kedalam 3 tipe pembeli, yaitu pembeli yang sangat sulit untuk dirayu dan akan selalu menolak anda. Dimana itu biasanya terdiri dari 80% pembeli.

Kemudian tipe kedua, yaitu tipe medium yang butuh keahlian marketing untuk dapat mempengaruhinya agar mau membeli produk kita.

Dan terakhir adala easy customer, dimana pembeli ini adalah orang yang sangat membutuhkan kehadiran anda dan tanpa keahlian apapun anda dapat menjual produk kepadanya.

Dari pengalaman menjual produk telekomunikasi, sang penjual ingin membuktikann bahwa law averages adalah hal omong kosong dan memutuskan untuk mengetuk semua pintu didalam gedung tersebut. Sekitar 10 jam, 50 pintu telah berhasil diketuk namun hasilnya hanyalah berupa penolakan tidak ada yang mau membeli produk telekomunikasi yang ia tawarkan.

Apakah ini berati law averages adalah penipuaan?

Coba tebak apa yang terjadi pada 3 pintu terakhir? Ternyata ketiga pintu ini berisi easy customer yang sudah menunggu kehadiran sang penjual dan sangat ingin membeli produk penjual.

Inti dari konsep ini adalah, semakin banyak tindakan yang kita ambil, maka semakin banyak pula kegagalan yang akan kita rasakan, namun semakin dekat juga kita terhadap kesuksesan.

Pembahasan law of averages

Video ini cukup menarik bagi saya apalagi terjadi pada awal tahun 2017.

Saya yang saat itu sedang mengeluti hobi blogging seakan terbakar saat menonton video ini (dan benar saja kulit saya terbakar karena menontonnya ditengah terik matahari).

Apalagi beberapa hari sebelumnya, saya sempat dicekoki oleh video stand up comedy juru bicara pandji pragiwaksono, mengenai berkarya. Dia berkata, sebagai seorang pemula yang mencoba berkarya, jangan pernah malu karena karya awal kita jelek, sebab memang karya awal kita itu pasti jelek. Butuh proses untuk mengubah karya awal yang jelek, menjadi baik dan dapat dinikmati oleh khalayak ramai dan itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Kedua hal ini yaitu kata-kata pandji dan video law of averages yang seakan terhubung ini, sontak membuat saya terasa seperti tersetrum (ternyata saya sempat megang stop kontak).

Saya pun mencoba melihat kecocokan kesuksesan banyak orang dengan law of averages.

Thomas Edison misalnya, dia berhasil menemukan bola lampu setelah melakukan percobaan sebanyak 40000 kali. Bayangkan bila dia menyerah dan cuman mengambil sampel sebanyak 20000 kali mungkin saja dia bukanlah penemu bohlam saat ini.

Ataupun kisah sosok Elon Musk, yang mencoba melakukan peluncuran roketnya. Setelah gagal sebanyak 3 kali meluncurkan roket, akhirnya pada percobaan ke-4 roket buatan perusahaannya dapat meluncur dengan aman ke angkasa. Bayangkan bila Elon Musk langsung menyerah pada percobaan pertama dan takut akan kebangkrutan, mungkin Spacex tidak akan bisa sesukses sekarang.

law of averages
Kesimpulan dari Law of Averages

Masih banyak kisah-kisah inspiratif lainnya yang berkaitan dengan dengan law of averages. Dimana semakin banyak sampel atau aksi kita perbuat maka semakin besar juga peluang untuk meraih kesuksesan.

Law of Averages dan Resolusi 2017

Dengan kecocokan ini, membuat saya semakin sadar bahwa, saya yang biasanya jarang sekali berusaha mengejar sesuatu dan jarang bekerja keras, sering kali mengalami kegagalan dan menyerah. Padahal bila mau bekerja keras dan memperbesar sampel maka suatu saat kesuksesan akan datang menghampiri seperti yang dikatakan oleh law of averages.

Berbekal statement dari pandji dan juga kisah-kisah inspiratif dari para blogger yang saya baca pada buku “million dollar blog” bahwa mereka berhasil meraih sukses tidak dalam waktu sebentar dan membutuhkan kerja keras untuk meraihnya.

Dengan yakin, akhirnya saya ingin mencoba membuktikan teori law of averages pada blog techraveller.com ini sebagai resolusi 2017 saya.

Jadi bagi anda yang ingin menjadi creator, ingin sukses diterima dalam pekerjaan impian anda atau sukses mendapatkan gadis impian. Mungkin anda dapat mencoba menerapkan konsep law averages dengan memperbanyak usaha-usaha anda, dan hal ini dapat diraih bila anda mau berusaha tidak kenal menyerah.

Oleh karena itu, Mungkin bagi yang penasaran bagaimana seseorang bisa sukses sedangkan yang lain tidak, mungkin law averages adalah penjelasan logis mengenai makna dari kerja keras itu sendiri.

Dan akhirnya saya berhasil meyelesaikan artikel ini dalam waktu 2 jam hahahaha

(Visited 329 times, 1 visits today)

4 thoughts on “Law of Averages: Teori Probabilitas Yang menjelaskan Makna dari Kerja Keras

Leave a Reply