Mungkinkah Climate Change Dapat Menyebabkan Perang?

National Geographic kembali mengelitik tangan saya untuk menulis. Entah kenapa semenjak merilis film documentary mereka, yang dibintangi oleh Leonardo DiCapiro berjudul “Before the Flood”, Natgeo semakin membanjiri acara TV mereka dengan acara-acara berbau climate change. Salah satu acaranya berjudul “Years of Living Dangerously” sempat saya saksikan.

Sebenarnya acara ini sudah sempat ditayangkan beberapa tahun yang lalu, hanya saja agar semakin memeriahkan peluncuran documentaryBefore the Flood ” Natgeo mecoba mengkompilasi beberapa film documentary mereka yang berbau climate change untuk kembali ditayangkan agar dapat meningkatkan awareness masyarakat kepada climate change itu sendiri.

Seperti pada artikel sebelumnya (artikel climate change saya), sempat dijelaskan dampak-dampak buruk dari climate change. Kali ini akan dibahas mengenai dampak buruk climate change yang berakibat pada timbulnya perang maupun konflik. Salah satu dampak buruk dari climate change adalah meningkatnya suhu bumi akibat adanya efek rumah kaca.  Peningkatan suhu ini menyebabkan beberapa tempat yang sebelumnya bertemperatur normal, berubah menjadi lebih tinggi dan berakibat pada timbulnya kekeringan.

Salah satu daerah yang mengalami kekeringan parah adalah disekitaran horn of africa seperti Somalia dan juga disebelah barat Afrika yaitu diseputaran Senegal. Bahkan beberapa negara di Afrika sudah mengalami peningkatan suhu mencapai 2 derajat celcius. Padahal negara-negara didunia baru saja menandatangi perjanjian COP 21 untuk mempertahankan peningkatan suhu bumi dibawah 2 derajat celcius namun negara di Afrika sudah merasakan efeknya.

Curah hujan di daerah horn of africa

Masalah kekeringan ini berakibat buruk pada kehidupan masyarakat Afrika. Penduduk berbondong-bondong meninggalkan negaranya untuk mencari tempat hidup yang lebih layak. Salah satu tujuannya adalah Eropa, diperkirakan pengungsi akan terus membanjiri Eropa setiap tahun akibat dampak dari kekeringan ini. Selain masalah meningkatnya jumlah pengungsi, terdapat juga dampak buruk yang akan dihadapi yaitu meningkatnya jumlah penduduk Afrika yang bergabung dengan organisasi ekstrem seperti Boko Haram dan juga ISIS.

Prediksi Peningkatan Suhu Di Afrika

Hal ini dikarenakan, tidak adanya pilihan lain bagi para penduduk untuk bertahan hidup karena sumber daya alam yang selama ini digunakan untuk bertahan hidup seperti tumbuhan dan hewan ternak mulai habis akibat kekeringan. Selain itu kelompok-kelompok ekstrem ini juga menawarkan berbagai imbalan seperti uang yang cukup tinggi dan kehidupan yang lebih layak apabila penduduk mau bergabung. Sehingga dengan tidak adanya pilihan lain banyak masyarakat Afrika yang memilih pilihan ini. Mungkin penjelasan diatas dapat dianggap berlebihan dan mengada-ngada. Namun sudah terdapat beberapa artikel yang juga membahas kemungkinan-kemungkinan ini (artikel independent.co.uk).

Masih banyak dampak buruk yang dapat diakibatkan oleh climate change, mau tidak mau inilah yang harus menjadi prioritas utama seluruh manusia agar dapat menghentikan dampak buruk dari climate change.

(Visited 81 times, 1 visits today)

7 thoughts on “Mungkinkah Climate Change Dapat Menyebabkan Perang?

  1. Bisa jadi apalagi ditambah pemanasan global membuat cuaca dibumi semakin panas dan mungkin menyebabkan orang cepat emosi. *mungkin saja

Leave a Reply