Pimnas 2016, Perjuangan Meraih Emas di IPB

Pada artikel sebelumnya diceritakan mengenai Perjuangan kami menembus MONEV PKM-K dan PKM-KC (Tips dan Trik Lolos Monev PKM-K dan PKM-KC Tahun 2016), dimana dari 2 proposal kami yang lolos didanai hanya satu proposal pada bidang PKM-K (Kewirausahaan) yang dinyatakan lolos dan berhak mengikuti Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) ke-29 di Institut Pertanian Bogor.

Pengumuman lolos ini datang pada akhir bulan Juli, pada saat itu kondisi kami sudah bebas dari tugas akhir dan tinggal menunggu waktunya wisuda. Berbeda dengan mahasiswa lainnya, yang akan sangat bahagia bila pengumuman lolos Pimnas ini datang. Saat itu, kami hanya mampu menarik nafas panjang saat mengetahui bahwa ide kami akan diadu dengan kampus-kampus lain ditingkat nasional. Kami menganggap hadirnya pengumuman ini, seperti beban tambahan yang cukup memberatkan, yang harus kami pikul dimomen-momen akhir perkuliahan ini.

Bila disimak kembali, tujuan kami mengikuti PKM ini akan selalu berubah disetiap tahapnya. Saat tahap pengumpulan proposal, kegiatan PKM ini kami ikuti untuk mencari uang tambahan. Namun hal itu berubah, saat tahap Monev tujuan kami adalah tidak menjadi buronan karena tidak mengikuti Monev. Kemudian pada tahap akhir ini, kami kembali berpikir apa tujuan yang harus kita capai. Dengan status mahasiswa yang sebentar lagi hilang dan kurang dianggapnya prestasi akademik didunia kerja, mengikuti hal ini tampaknya percuma.

Pada momen inilah tumbuh rasa untuk meninggalkan suatu kenangan kepada kampus ini. Setelah 4 tahun hanya menjadi mahasiswa biasa dikampus bercap gajah duduk ini, mungkin ini kesempatan yang paling baik bagi kami untuk meninggalkan jejak dikampus dengan prestasi. Akhirnya kami mantap ingin meraih medali emas dan melakukan yang terbaik. Sebagai mahasiswa akhir yang tidak berharap apa-apa, mental nothing to lose selalu tertanam pada setiap langkah yang kami lakukan menghadapi PIMNAS.

Kontingen ITB

Akhirnya, setelah pelatihan presentasi selama seminggu full, kamipun berangkat menuju kampus IPB untuk menghadapi babak terakhir dari seluruh gelaran PKM yaitu PIMNAS. Setibanya di Bogor, kami langsung disibukkan dengan melakukan pendaftaraan ulang dan penataan meja Poster. Untuk tahap ini saya menyerahkan kepada rekan saya bung panjul dan bung jopri, karena saya terpaksa harus pergi ke Jakarta untuk melakukan wawancara kerja dan rekan saya yang satu lagi bung diar, masih belum tiba ke bogor karena harus bekerja (ya beginilah nasib mahasiswa tahap akhir, yang harus mencari pekerjaan).

rapat tim secara sederhana

Keesokan harinya suasana setiap sudut IPB tampak berwarna-warni dengan jas almamater dari berbagai universitas. Bila diperhatikan tampak terdapat beberapa warna yang mendominasi warna-warna yang ada, ya itulah kampus-kampus yang memiliki wakil pada pimnas dengan jumlah besar. Kampus saya hanya mengirimkan 7 tim, sedangkan ada kampus yang sampai mengirimkan 20 tim. Hal ini sempat membuat tim kami minder, dan menurunkan target yang ingin diraih yang awalnya medali emas menjadi tidak malu-maluin. Saya sempat iseng melihat buku panduan PKM, dan mata saya sedikit terbelalak melihat data yang disuguhkan. Pada tahun 2015 terdapat sekitar 48.416 proposal yang diajukan, dan yang berhasil melaju ke Pimnas hanya 460 kelompok atau presentasenya sekitar 0,95 %. Sedangkan emas yang diperebutkan hanya sebanyak 18 emas pada bidang presentasi dan 18 emas paada bidang poster. Hal ini semakin memantapkan tujuan kami yang awalnya ingin meraih emas menjadi jangan malu-maluin (ya begitulah mental kami)

Intinya pada acara PIMNAS ini terdapat 2 acara penting yaitu

1. Penilaian Poster PIMNAS

Pada tahap ini, akan terdapat 3 juri yang akan menilai poster dari semua kontestan. Jadi yang patut disediakan adalah sebuah poster ukuran A3 yang menyediakan segala bentuk informasi mengenai ide PKM kita.

Satpam pun ikut mendukung

Selain itu, para kontestan juga bisa mensuasanakan lingkungan sekitar poster dengan memberikan hiasan dan menampilkan produk pkm kalian dimeja yang telah disediakan. Jangan lakukan hal yang kami lakukan, yaitu menghiasi meja dengan hal serba putih maksudnya kosong melompong hehehe.

2. Penilaian Presentasi PIMNAS

Untuk presentasi sendiri terdapat 3 hal yang dinilai yaitu laporan akhir, artikel ilmiah dan juga presentasi. Hanya saja saya lupa berapa proporsi masing-masing bagian, tetapi bila diurutkan, proporsi nilai terbesar berasal dari presentasi kemudian laporan akhir dan artikel ilmiah.

Untuk presentasi sendiri, sistemnya cukup unik yaitu kita tidak tahu kapan akan tampil mempresentasikan ide kita. Jadi, presentasi dilakukan selama 2 hari, dan kita tahu giliran akan tampil melalui undian sekitar 15 menit sebelum tampil. Selama presentasi, saya sempat memperhatikan beberapa tim lain yang maju, rata-rata produk PKM yang dipresentasikan berupa pakaian ataupun makanan. Selain itu gaya presentasi yang ditampilkan dari tiap kelompok pun berbeda-beda, ada yang menampilkan drama, fashion show, yel-yel dan tim kami menggunakan sistem talk show. Ide presentasi ini dicetuskan oleh pembina kami sebagai nilai pembeda dan karena produk kami berbau teknologi sehingga sistem talk show dirasa paling cocok.

Untuk materi presentasi, kami masih menggunakan dasar yang sama seperti MONEV, hanya saja ada beberapa bagian yang ditambahkan seperti analisis kelayakan usaha dan juga updetan progress yang telah mencapai 100%. Untuk waktu presentasi kami diberikan waktu sekitar 10 menit.

Untuk penjelasan struktur dari Artikel Ilmiah dan Laporan akhir akan dijelaskan, apabila memang ada request dibagian comment.

Lelah menunggu giliran presentasi

Kamipun melakukan presentasi pada hari kedua, kami maju sebagai grup pertama yang akan melakukan presentasi pada hari Itu. Terdapat berbagai kejadian lucu sebelum presentasi, seperti rekan saya Jopri yang salah membaca pintu Juri sebagai Pintu Juara. Lalu ketika kami sedang berdoa diruang presentasi, dan saat membuka mata, muncul nama tim kami di layar sebagai tim pertama yang maju presentasi.

Setelah Selesai presentasi kamipun galau, pikiran negatif dan mental-mental lemah menghampiri pikiran kami. Saking takutnya akan kegagalan, kami memutuskan untuk pulang duluan. Alasannya simpel, karena kami takut tidak berhasil meraih apa-apa di Pimnas dan di Bus kami hanya bisa diam saja melihat teman-teman lain yang berhasil membawa pulang medali tertawa gembira. Ya tim lain dari ITB, menurut saya semuanya bagus-bagus dan semangat untuk menghadapi PIMNAS cukup tinggi bila dibandingkan dengan tim kami.

Tim yang pulang duluan

Akhirnya kami memutuskan pulang lebih awal bersama tim TAS, yang memiliki pikiran sama dengan kami (tim ini satu jurusan dengan kami dan satu angkatan dengan kami). Selama perjalanan pulang, kami selalu harap-harap cemas memantau akun social media. Akhirnya pengumuman final pun tiba, tim TAS berhasil meraih medali perunggu poster lalu tim-tim lain dari ITB ada yang mendapatkan perak maupun perunggu. Akhirnya pengumuman untuk bagian PKM-Kewirausahaan diumumkan, dan tim yang meraih emas adalah tim ngebuat.com atau ide dari tim kami.

Pada saat itu juga, kami saling bersalaman diatas travel dan hanya tersenyum sebab agak malu bila berteriak diatas travel. Ini meruapakan medali emas pertama ITB selama 5 tahun terakhir. Dengan medali yang didapatkan oleh tim-tim dari ITB, ITB berhasil menempati peringkat 5, dan kembali ke posisi 10 besar, hal ini cukup menggembirakan sebab selama ini kampus kami terlihat hilang dari peredaraan PIMNAS karena jarang muncul dalam 10 besar. Saya jadi teringat saat saya tingkat 1, saya sempat menyindir ITB karena tidak mampu berbicara banyak pada PIMNAS dan dipermalukan oleh kampus lain. Namun hanya dengan menyindir tidak ada perubahan yang akan terjadi, kadang kita harus turun langsung untuk mengubah itu dan perubahan itu tidak dapat dengan mudah untuk diraih.

Penampakan medali emas

Ya begitulah pengalaman satu tahun perjuangan kami, tim ngebuat.com untuk bisa meraih medali emas pada perhelatan inovasi terbesar perguruan tinggi di Indonesia, semua ini berawal dari keisengan dan berakhir dengan kebanggaan.

Part 1 : Pengalaman Membuat Proposal PKM-K dan PKM-KC 2015
Part 2 : Tips dan Trik Lolos Monev PKM-K dan PKM-KC Tahun 2016
Part 3 : Pimnas 2016, Perjuangan Meraih Emas di IPB

(Visited 397 times, 1 visits today)

6 thoughts on “Pimnas 2016, Perjuangan Meraih Emas di IPB

Leave a Reply