Rela Bergoyang Demi Mencapai Fatumnasi, Timor Tengah Selatan

Hutan Pinus Fatumnasi

Masih banyak ratusan tempat indah di Pulau Timor yang belum terjamah oleh wisatawan, masih kurangnya fasilitas serta pengembangan yang setengah hati, membuat keindahan tempat-tempat wisata ini masih terjaga dan kadang bersyukur hanya sedikit orang yang berhasil mengunjungi tempat-tempat seperti Pantai Kolbano (Read here: Kolbano Beach: a Beach Without Sand in Nusa Tenggara Timur) ataupun Taman Wisata Fatumnasi.

Hutan Fatumnasi
Pohon-Pohon berbaris rapi, menambah keindahan Fatumnasi

Untuk kali ini, kami mencoba untuk membahas Objek Wisata Fatumnasi yang terletak di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kebetulan penulis sudah mengunjungi lokasi ini sebanyak 2 kali, yaitu saat kelas 4 SD pada tahun 2004 (penulis lahir-lulus SD berdomisili di kota Soe) dan yang kedua pada tahun 2017. Dari kedua perjalanan tersebut hanya 2 yang tidak berubah, keindahan alamnya dan kondisi jalan. Masih terekam dalam memori, gundukan batu granit ukuran raksasa yang terhampar ditengah padang rumput, serta pohon-pohon pinus yang berbaris rapi hasil reboisasi zaman baheula (terima kasih reboisasinya para pendahulu) yang katanya mirip hutan di film the hobbit.

Fatumnasi
Batu ukuran Raksasa menjadi Teman Perjalanan dan objek menarik untuk dipandang

Saat kembali mengunjungi lokasi ini pada bulan Juni 2017, dapat dikatakan kondisi jalannya tidak ada yang berubah  baik tahun 2004 maupun 2017, tetap konsisten membuat anda bergoyang selama perjalanan dari kota Soe menuju Fatumnasi. Lokasi Fatumnasi dari Kota Soe sekitar 40 Km kearah Kapan, dimana selama perjalanan anda dapat singgah sebentar ke air terjun berundak Oehala ataupun mampir ke Pasar Kapan untuk merefill perbekalan.

Fatumnasi
Kondisi Jalan yang kurang mulus, akan membuat anda bergoyang terus menerus selama perjalanan

Selama perjalanan sebelum mencapai Fatumnasi anda akan disuguhi dengan para penduduk ramah yang mungkin akan tersenyum dan menyapa anda, serta kebun-kebun milik penduduk yang mayoritas berisi pohon jeruk keprok khas Soe membuat anda ingin sekali memetik jeruk-jeruk segar tersebut. Sekedar Info saja, biasanya orang-orang sudah membeli pohon tersebut, jadi setiap buah dari pohon tersebut menjadi milik si pembeli, sehingga anda seringkali tidak kebagian karena pohon jeruk ini sudah sold out.

Fatumnasi
Batu Raksasa dan Sabana, menjadi perpaduan khas ala Fatumnasi

Selain itu pemandangan rumah bulat khas pulau timor atau sering disebut Lopo, akan sering sekali anda jumpai selama perjalanan. Rumah bulat ini biasanya dijadikan sebagai dapur dan tempat penyimpanan makanan seperti jagung, terdapat tungku kayu bakar ditengah-tengah Lopo yang digunakan untuk memasak, karena tungku yang terus menyala membuat seluruh keluarga sering berkumpul didalam Lopo, untuk menghangatkan diri dan seringkali bayi pun selama beberapa bulan akan tinggal didalam Lopo agar selalu hangat.

Fatumnasi
berhenti sejenak di Bukit Sabana, membuat anda dapat melihat seluruh area dengan jelas

Tiba di kawasan Fatumnasi anda bisa coba untuk berhenti dibeberapa spot secara random, seperti terdapat beberapa bukit sabana dimana anda akan mendapat view langsung keseluruh kawasan, ataupun piknik sambil merasakan kesegaran hutan pinus, bila anda bosan dengan hutan pinus ala-ala Eropa coba anda tengok ongokan batu marmer ataupun granit berukuran raksasa (FYI tidak tau kabar ini benar atau tidak, dulu terdapat industri marmer dikawasan ini, namun karena protes warga akibat sumber air yang menjadi kering, industri marmer pun dipaksa untuk tutup) yang menghiasi padang rumput didaerah Fatumnasi.

fatumnasi
Padang rumput Fatumnasi, Tenang listrik sudah masuk

Karena kami tidak ada rencana untuk menginap, sehingga sebelum sampai ke desa Fatumnasi mobil pun langsung memutar balik untuk kembali ke Soe, karena ada beberapa kolega yang ingin ditemui di Soe. Namun bila berencana ingin menginap, tenang saja terdapat beberapa guest house di desa Fatumnasi yang sudah berpengalaman dengan turis dan bila berkesempatan lebih mungkin anda bisa mencoba mendaki gunung Mutis (2458 mdpl), gunung tertinggi di Pulau Timor.

Fatumnasi
Tenang ada waduk atau danau? kalo bosan liat gunung terus

Cuman satu saran saya bila anda mengunjungi daerah ini, siapkan musik dengan beat cepat, agar anda bisa bergoyang dengan dahsyat mengikuti alunan jalan Fatumnasi.

 

 

(Visited 116 times, 1 visits today)

Leave a Reply