Resensi Buku : Elon Musk Tesla, Space X, and the Quest for a Fantastic Future by Ashlee Vance

Baca Resensi Buku: Rich Dad Poor Dad by Robert Kiyosaki

Akhirnya saya berhasil juga menghabiskan buku biografi setebal 400 halaman berjudul Elon Musk Tesla, Space X, and the Quest for a Fantastic Future yang dikarang oleh Ahlee Vance. Untuk anda yang belum mengenal siapa itu Elon Musk, dia adalah Co Founder dari beberapa perusahaan seperti Tesla, SpaceX dan juga Solar City. Apa yang membuat sosok Elon ini cukup menarik adalah passion dan juga mimpinya bisa dikatakan gila, namun entah kenapa dapat ia wujudkan. Salah satu contohnya adalah perusahaan-perusahaan yang telah ia dirikan seperti Tesla yang bergerak dalam bidang mobil listrik. Untuk kita ketahui bersama, mobil listrik sekitar beberapa tahun yang lalu masih menjadi sebuah bahan kajian di laboratorium, dan perusahaan-perusahaan otomotif masih belum menganggap mobil listrik sebagai produk layak jual. Namun dengan mimpi besarnya Elon Musk berani mengambil satu langkah kedepan untuk menjual dan mengembangkan mobil listrik, dengan satu tujuan yaitu mengurangi bahkan menghilangan kendaraan berbahan bakar fosil, agar manusia tidak lagi bergantung pada bahan bakar fosil.

Buku ini menarik untuk dibaca, apalagi untuk anda pencinta teknologi maupun penggemar sosok Elon Musk. Pembaca akan disuguhkan bagaimana masa kecil Elon Musk yang dibesarkan di Afrika Selatan, bukanlah anak yang paling berbakat pada bidang akademik, namun memiliki minat yang besar dalam bidang programming computer dengan mempelajari bahasa pemrograman seperti COBOL, BASIC dan pascal. Kecintaannya pada science ficition dan video gamelah yang membuatnya tertarik untuk mempelajari pemrograman. Buku ini juga mengungkap kehidupan Elon Musk sebagai mahasiswa, dimana pada momen inilah passion-passionya terhadap internet, renewable energy dan luar angkasa akan terbuka lebar dan mengantarkan kepada kesuksesan seperti saat ini.

Namun menariknya pada pertengahan buku, pembaca akan diberikan bagaimana sosok Elon Musk akan menghadapi kegagalan-kegagalan yang terus menghadang langkahnya seperti kebangkrutan yang hampir dialami oleh Tesla dan SpaceX, Posisi CEO pada PayPal dan  Zip2 yang harus ditanggalkannya, Roket SpaceX yang harus meledak sebanyak 3 kali, dan juga perceraian harus dihadapinya. Selain itu, buku ini dapat menujukkan bagaimana watak ambisius Elon Musk yang tidak segan-segan memecat pegawainya apabila tidak mampu memenuhi permintaannya dan jam kerja gila yang dihadapi oleh para pegawainya. Salah satu contoh yang menarik adalah ketika Elon meminta pegawainya membuat salah satu part untuk roket SpaceX, sang pegawai mengatakan bahwa biaya normal untuk menghasilkan part ini sebesar 1 juta dollar, namun Elon bersikeras agar part tersebut dibuat dengan biaya 10 ribu dollar, pegawai ini pun mau tidak mau setuju, sebab ia tau Elon tidak mengenal kata “tidak”, namun sikap inilah yang mengantarkan SpaceX mampu menciptakan roket berbiaya 10 kali lebih murah dari biaya roket pasaran, dan sang pegawai pun berhasil menciptakan part yang diinginkan dengan biaya dibawah 10 ribu dollar, walaupun banyak yang harus ia korbankan.

Akhir kata buku ini akan sangat menarik untuk anda yang tertarik untuk melihat kehidupan dari “the real Tony Stark” dan bagaimana impiannya untuk merubah dunia, salah satunya yaitu membuat koloni di Mars. Bisa dibilang Elon Musk merupakan percampuran dari Thomas Edison, Henry Ford , dan Steve Jobs. Anda akan lebih mengetahui bagaimana sosok ini dengan membaca bukunya dan menyadari bahwa hidup di Mars bukan lagi menjadi bahan candaan.

(Visited 553 times, 1 visits today)

2 thoughts on “Resensi Buku : Elon Musk Tesla, Space X, and the Quest for a Fantastic Future by Ashlee Vance

Leave a Reply