Pengalaman sebagai Winter Student di Kyoto University – Kedatangan (2)

Ok, ini kelanjutan dari cerita pertama saya. Kali ini saya akan menceritakan awal mula sampai di Kyoto dan bagaimana suasana minggu pertama menjalani kuliah di Kyoto University.

Saya berangkat dari Jakarta kira-kira jam 7 atau 8 pagi menggunakan maskapai airasia, sebelum sampai ke Kansai, pesawat harus transit terlebih dahulu di Kuala Lumpur Internasional Airport (KLIA) disini saya menunggu sekita 4 sampai 5 jam. Untung saja bandaranya cukup luas, lumayan olahraga sambil habisin waktu. Disini saya bertemu dengan rekan sejurusan di ITB, yaitu lambar yang juga mengikuti program yang sama. Dia berangkat terlebih dahulu dan terpaksa menginap semalaman di Bandara karena salah melihat jadwal tiket hahahah.

kyoto5

KLIA mirip mall

Bisa dibilang KLIA adalah bandara yang sangat luas, sampai-sampai saya harus melewati beberapa eskalator untuk mencapai ruang tunggu yang ada 60 buah atau lebih. kamipun berangkat menuju kansai menggunakan maskapai yang sama dan tiba pukul 11 malam (saran: kalo nggak pengen pegel-pegel, keluarkan kocek lebih mahal agar dapat membeli tiket maskapai lain, agar tempat duduk lebih nyaman). Akhirnya kami sampai di Bandara kansai yang terletak dipulau buatan, saat menuju tempat imigrasi, mbak-mbak imigrasi jepang bertanya pada saya
mbak: are you alone?
saya: (dengan pede) yes (tiba-tiba lambar melambai)
mbak: is it your friend?
saya: yes, we met at plane
mbak: (menarik nafas, dan wajahnya berubah cukup kesal) you lying, that’s your friend

mbak-mbak imigrasi jepang pun langsung membongkar tas saya, dan memeriksa apakah saya membawa barang-barang yang tidak diinginkan, maafkan saya mbak hehehe.

karena kami tiba malam hari, sudah tidak ada kereta maupun bis yang menuju kyoto(jarak kyoto-osaka sekitar 100 Km), jadi buat anda yang tiba dijepang pada malam hari sebaiknya menyiapkan plan untuk mencari transportasi pada malam hari, dan jangan sekali-sekali menggunakan taksi, sebab kocek liburan anda akan langsung habis karena argo taksi yang sangat tinggi sekitar 15000-25000 yen untuk sampai kyoto, bisa-bisa anda terpaksa pulang keIndonesia setelah sampai di Hotel, karena kantong kering.

Jadi saya sarankan untuk memesan shared taxi atau kalo di Indoensia kita bilang mobil travel, berbeda dengan travel di Indonesia, travel di Jepang harus dipesan minimal 2 minggu sebelum keberangkatan, dan anda harus siap merogoh kocek sebesar 3500 yen agar sampai ketempat tujuan, tenang saja travel ini akan langsung mengantarkan anda kedepan pintu tujuan yang diinginkan. Tapi ingat shared taxi ini ada wilayah kerjanya, jangan sampai memilih daerah tujuan yang bukan wilayah kerjanya, bisa-bisa anda diturunkan ditengah jalan hehehe.
berikut beberapa pilihan shared taxi tengah malam, saya kebetulan memilih MK taxi, karena websitenya terlihat lebih menarik.

MK Taxi (Skygate Shuttle):
http://www.mktaxi-japan.com/#!kyoto-kansa/cji5

Yasaka Taxi:
http://www.yasaka.jp/english/shuttle/index.html

Kalo dilihat, posisi tempat duduk dan travelnya mirip dengan cititrans, hanya saja supirnya berjas mirip seragam polisi. kalo di Indonesia kadang-kadang koper kita angkat sendiri ke bagasi, kalo disini saya malah di tegur dan si supirnya yang mengangkat, ya iyalah saya udah bayar mahal-mahal juga hehehe. Sebelum berangkat si supir atau istilah kerennya Chauffeur akan memberikan petuah-petuah seperti diatas pesawat, namun sayang dalam bahasa jepang, yang bisa saya tangkap pokoknya kita harus pakai seat belt dan sisanya saya tidak ngerti. si supir sadar kalo terdapat beberapa penumpang non-jepang, dan mencoba untuk memberi pengumuman dalam bahasa inggris, tapi saya tetap tidak mengerti, yang penting dia usaha lah ya.

9619378Hotel dari depan

kyoto6

Pemandangan dari jendela hotel (Depan itu kantor, jam 12 masih ada yang kerja)

Perjalanan memakan waktu 1 jam dan akhirnya saya tiba dihotel Daiwa Roynet didaerah shijo karasuma pada pukul 2 dini hari. Hotelnya cukup membuat saya kagum karena tergolong bintang 3, padahal saya sudah cukup dengan matras dan bantal saja diasrama mahasiswa, dasar mental anak kost. Bisa dibilang lokasi hotelnya cukup strategis karena disamping hotel ada convenience store “lawson” selain itu apabila kita berjalan keselatan, maka sekitar sepuluh menit akan sampai ke Kyoto station dan bisa mencoba naik keKyoto Tower. dan apabila kita mau berjalan kearah timur sekitar 10 menit kita akan sampai ke shopping district yaitu shijo kawaramachi yang terdapat pula pasar khas jepang atau shopping street yaitu nishiki market. dan apabila kita mau berjalan sedikit lagi sekita 20 menit dari hotel anda akan menyaksikan Gion dan Yasaka Shrine yang menurut saya semacam kota tua di Kyoto. Hati-hati di Gion kalian bisa melihat geisha dan real yakuza loh.

Bagaimana makanan Hotel?

Makan pagi akan disediakan gratis oleh hotel dengan metode prasmanan, karena orang jepang juga makan nasi, sehingga saya masih bisa bertahan hidup disini. hanya saja bila ditelisik lebih jauh, ternyata masakan jepang kebanyakan hambar-hambar, berbeda dengan masakan Indonesia yang kaya akan rasa rempah-rempah, Masakan jepang cukup sederhana dan terlihat seperti direbus atau digoreng saja. Pokoknya selama 2 minggu disini, bisa dibilang menu tidak ada yang berubah, tetapi karena saya pemakan segala dan lidah saya cocok dengan makanan jenis apapun, sehingga saya lolos dari ujian makanan ini. Ya biasanya orang-orang cukup concern dengan masalah makanan sehingga betah tidaknya manusia disuatu daerah bisa dipengaruhi oleh tingkat adaptasi manusia tersebut terhadap makanan yang ada.

Hal-hal unik dikamar hotel

  1. Bisa minum dari keran, tapi karena mental kampung, saya tidak pernahminum dan membeli botol karena parno masih ada kuman
  2. Toilet yang terlalu cangih, dimana dudukan toilet ada pemanasnya dan bisa bilas pakai air panas. Saya sangat bersyukur sebab pada saat itu sedang musim dingin sehingga segala macam pemanas terasa sebagai anugrah
  3. Terdapat majalah untuk mendapatkan siaran luar negri (ini sih biasa), ia biasa pas dibalik majalahnya ternyata ada penyewaan video ………. dan bisa ditonton langsung dari kamar hotel anda ( anda taulah ya maksud titik itu)

Ya pokoknya saya awesome sama toiletnya heheheh

(Visited 100 times, 1 visits today)

One thought on “Pengalaman sebagai Winter Student di Kyoto University – Kedatangan (2)

Leave a Reply