Skip to content

Demi dapat hotel gratis, rela transit 36 jam di Doha

Libur summer 2018 saya memutuskan untuk berlibur ke Indonesia. Kali ini saya menggunakan maskapai Qatar Airways untuk kembali ke Indonesia. Hanya saja tidak ada direct flight dari Stockholm menuju Jakarta, sehingga biasanya penerbangan ini akan transit di Doha. Penerbangan ini rata-rata memakan waktu sekita 18 jam, oleh karena itu transit akan selalu dilakukan oleh setiap maskapai pesawat.

Kenapa saya memilih penerbangan dengan waktu transit 36 jam? Padahal dengan maskapai Qatar, waktu tunggu transit hanya 2 jam saja. Informasi dari teman saya, ternyata pada saat itu Qatar Airways memberikan penawaran gratis menginap di hotel bintang 5, bila penumpang memiliki waktu transit diatas 12 jam. Namun penawaran itu hanya berlaku hingga desember 2018. Namun bisa saya cek kembali ke website qatar saat ini Qatar masih punya program stopover, namun kali ini kita harus mengeluarkan sedikit biaya untuk dapat menikmati Hotel bintang 5 di Doha. Cek Program discover Qatar disini.

Saat itu saya memilih Hotel Hilton Doha, dan menetap selama 24 jam di Hotel tersebut. Namun untuk kali ini saya tidak mau membahas bagaimana rasanya tidur di Hotel ini, namun membahas lebih kearah tempat-tempat yang bisa dikunjungi di Doha. Selama disini transportasi yang saya gunakan adalah Uber. Sebenarnya terdapat transportasi publik yang disediakan yaitu Bus, namun temperatur saat itu sekitar 40 derajat Celcius membuat saya tidak kuat untuk berada diluar ruangan dan jadwal Bus yang tidak menentu membuat saya memilih menggunakan Uber.

Hotel Hilton tempat saya menginap

Doha Snapshots

Matahari Doha saat sore hari, entah kenapa disini Matahari rasanya sangat dekat sekali dengan Bumi
Saking panasnya, burung disini sampai bersembunyi dikolam air ini biar adem
Dhow, kapal tradisional yang bisa anda naiki dan jadi salah satu objek wisata di Doha
Dhow cruise yang sedang beroperasi
Gemerlap gedung-gedung tinggi di Doha

Tempat yang saya datangi selama di Doha adalah

  • Souq Waqif
  • Museum of Islamic Art
  • Katara Cultural Village

Seluruh tempat ini saya kunjungi selama satu hari dan anda bisa juga menambahkan berkunjung ke pusat perbelanjaan kedalam itinerary anda disini.

Souq Waqif

Tempat yang saya kunjungi adalah Souq Waqif. Karena kebetulan saya sedang lapar maka tempat ini cocok untuk dikunjungi, berbagai jenis restaurant timur tengah dapat anda jumpai disini. Bila diperhatikan sebenarnya area ini adalah pusat perbelanjaan, kalo di Indonesia mungkin seperti Tanah Abang, namun usianya sudah ratusan tahun. Pemerintah Qatar sempat merenovasi area ini sambil mempertahankan keaslian bentuk bangunan-bangunannya.

Selain restaurant, terdapat berbagai macam tokoh yang juga menjual pernak pernik timur tengah. Bila kita memasuki kawasan toko-toko tersebut, kita seakan memasuki labirin dan tiap tokohnya menjual pernak pernik menarik.

Banyak jenis restaurant dapat anda temukan disini
Kursi-kursi disepanjang jalan, menunjukkan kalo toko tersebut adalah restaurant
Berbagai toko yang menjual pernak pernik

Lokasi Souq Waqif ini sangat dekat dengan lokasi Museum of Islamic Art, bila kita berjalan kaki disini sambil menahan panas. Kita bisa melihat kapal-kapal tradisional yang bersender dipinggir dermaga. Kapal-kapal ini dapat membawa anda berputar-putar di sekitaran teluk kota Doha.

Museum of Islamic Art

Bila anda merasa kepanasan di area Souq Waqif, ada baiknya anda mengunjungi Museum ini untuk mendinginkan badan. Dengan arsitektur unik, museum ini juga menggratiskan biaya masuknya, sehingga anda wajib untuk datang kesini.

Artefak-artefak koleksi di muesum ini juga terbilang lengkap. Terdapat berbagai artefak sejarah islam dari berbagai negara dan periode dipamerkan disini. Dapat dibilang koleksi dari museum ini salah satu yang terlengkap di Dunia.

Dari sini kita juga dapat melihat pemandangan gedung-gedung pencakar langit Doha. Jadi persiapkan waktu yang agak lama disini karena banyak yang dapat kita eksplor selama berada disini.

Gedung Museum of Islamic Art
Gedung Museum of Islamic Art saat malam
Artefak didalam Museum
Artefak didalam Museum

Katara Cultural Village

Ketika saya tiba disini saya berharap dapat melihat berbagai jenis pertunjukkan kebudayaan. Namun tampaknya saya datang diwaktu yang salah, karena area ini sepi dengan pengunjung. Bila diliha-lihat yang coba ditawarkan oleh Katara Cultural Village ini adalah sebagai pusat kebudayaan dan juga kantor-kantor yang berhubungan dengan seni.

Untuk mensuasanakan area ini agar tampak tradisional, bangunan-bangunannya dibangun mengikuti gaya-gaya arsitektur tradisional. Terdapat beberapa galeri seni yang dibuka untuk umum, sehingga kita dapat menikmati karya seni selama berada disini. Terdapat beberapa restaurant di area ini, namun tampaknya harga-harga yang ditawarkan tidak terlalu bersahabat.

Tradisional arsitektur jadi atraksi utama
Golden Mosque di Katara
Banyak tempat yang tutup karena saya datang kemaleman

Menurut saya bila anda memiliki wakta terbatas disini, tempat ini bisa anda lewati dan coba mengunjungi

(Visited 121 times, 1 visits today)

Be First to Comment

Leave a Reply

%d bloggers like this: