Skip to content

Menengok Kemegahan Kota Roma, Italia

Banyak jalan menuju Roma, salah satu peribahasa terkenal dan juga lirik lagu Rhoma Irama. Setelah beres dari Napoli, tujuan saya berikutnya adalah ibukota Italia, Roma. Kota yang sudah berdiri lebih dari 2000 tahun ini menawarkan wisata sejarah yang sulit untuk dijelajahi dalam 1 hari.

Baca Perjalanan Sebelumnya: Jalan-Jalan ke Pompeii, Kota yang Hilang Dari Peradaban

Baca Artikel Jalan-Jalan di Napoli Sebelumnya: Pengalaman Melihat Laut Biru di Capri

Saat berada disini, kamu akan sadar terdapat berbagai percampuran peradaban yang membentuk kota Roma. Mulai dari peradaban Romawi kuno, gaya gothic khas Eropa, gedung-gedung dengan nuansa Yunani hingga bangunan dengan gaya modern masa kini.

Saya kira-kira menghabiskan 2 hari di kota Roma, dimana hari pertama saya habiskan di Colosseum dan Roman Forum dan hari kedua saya habiskan di Vatican Museum.

Untuk berkeliling disekitaran Roma, saya menggunakan publik transport dengan membeli tiket yang berlaku 24 jam dengan harga 7 Euro. Dengan tiket ini kita bisa menaiki seluruh moda transportasi di Kota Roma selam 24 Jam. Tiket ini sangat mudah didapatkan, tinggal mecari mesin tiket otomatis, pencet tombol beberapa kali dan tadaaa tiket langsung anda dapatkan. Jangan lupa untuk memvalidasi tiket ini, agar tidak terkena denda saat dilakukan pengecekan.

Kisah perjalanan di Italia lainnya : 13 hari berpanas-panasan di Italia

Forum

Tiket-tiket untuk memasuki Colosseum dan Forum biasanya dijual dalam satu paket seharga 12 Euro. Sehingga dengan harga segitu kita bisa memasuki kedua tempat tersebut. Hanya saja antrian untuk membeli tiket ini bisa cukup panjang, sehingga lebih baik untuk membeli tiket secara online. Hanya saja biasanya akan dikenakan biaya tambahan bila kita membeli secara online, jadi bila kalian memang ingin berhemat 1-2 Euro, mungkin mengantri membeli tiket bisa menjadi pilihan.

Sisa-sisa bangunan di Roman Forum tampak kiri
Sisa-sisa bangunan di Roman Forum tampak kanan

Bisa dibilang ini adalah lokasi dari pusat kota, area bisnis dan pusat pemerintahan kekaisaran Romawi dulu. Sekitar seabad lebih tempat ini menjadi pusat peradaban bangsa Romawi Kuno. Bila datang kesini, kita bisa dibuat terkaget-kaget karena ukuran bangunannya yang super besar dan kagum karena penduduk zaman dahulu bisa membangun bangunan sebesar ini.

Colosseum

Sisi luar dari Colosseum
Dalamnya Colosseum seperti ini

Saat masih SD, ini jadi salah satu bagian pelajaran yang harus dihafal. Colosseum jadi bagian 7 keajaiban dunia dan gambarnya selalu nongol di buku-buku sekolah dasar. Mungkin kenangan masa kecillah yang membuat orang-orang penasaran mengunjungi Colosseum. Karena terlalu sering dicekoki gambar luar Colosseumsaya jadi bersemangat ingin melihat dalamnya Colosseum. Dan ternyata dalamnya seperti stadion. Terdapat banyak tempat duduk yang katanya bisa menampung 80000 penonton. Bila dilihat ketengah, lapangan untuk tempat Gladiator sudah tidak kelihatan, namun tergantikan dengan penampakan Basement yang berlokasi tepat dibawah lapangan Gladiator. Mungkin ditempat itu para Gladiator menunggu dan para Singa tinggal.

Rasa penasaran saya akan tampak dalam dari Colosseum akhirnya terpenuhi. Saya mengerti kenapa kebanyakan foto-foto dibuku-buku hanya menunjukkan sisi luar Colosseum, karena sisi dalamnya terlihat seperti stadion pada umumnya.

Via Dei Fori Imperiali

Via Dei Fori Imperiali, salah satu jalan yang paling megah
Altar of the Fatherland, monumen untuk memperingati bersatunya Italia

Mengapa jalan ini bisa dibilang megah? Karena sepanjang jalan ini dapat terlihat puing-puing bangunan zaman Romawi karena lokasinya dekat dengan Roman Forum. Serta pada awal abad ke 19, jalan ini dibangun atas perintah Benito Musssolini sebagai jalan utama, sehingga bangunan disekitar jalan ini dirancang untuk terlihat megah. Salah satu bangunan yang menjadi daya tarik adalah Altar of the Fatherland, yang berlokasi di ujung jalan ini. Bangunan ini dibangun untuk memperingati Victor Emmanuel II, sebagai raja Pertama yang memimpin Italia Modern.

Pantheon

Musisi beraksi didepan Pantheon

Pantheon dulunya merupakan kuil Romawi kuno yang digunakan untuk menyembah Dewa-Dewa Romawi. Namun pada abad ke 7, bangunan ini diubah menjadi gereja. Oleh karena perubahan ini, bentuk bangunan ini masih bisa bertahan hingga sekarang dan menjadi salah satu bangunan Romawi yang paling terawat.

Trevi Fountain

Saking banyaknya orang yang mengunjungi tempat ini, sangat sulit mengambil foto yang bagus disini

Mungkin budaya melempar koin berasal dari air mancur ini. Sebagai salah satu air mancur yang paling banyak muncul dalam adegan film, Trevi Fountain memang menawarkan keindahan tersendiri. Kolam yang berwarna biru tosca, ditambah patung-patung dengan style baroque membuat orang-orang antri untuk melihat keindahan air mancur ini.

Vatican Musseum

Langsung disambut tangga yang ikonik saat memasuki Museum Vatican
Terdapat ribuan karya seni yang dapat dilihat di Museum ini
Beruntung saat kami berkunjung, Museum tidak terlalu ramai
Salah satu karya seni yang dapat dilihat di Museum Vatican
Saint Peter Basilica, yang menjadi wajah dari Vatican

Saat anda berada di Roma, anda wajib untuk mengunjungi salah satu negara terkecil di dunia yaitu Vatican. Namun saat sudah sampai disini mungkin kita hanya bisa berkeliling didepan Plaza Saint Peter Basilica saja. Salah satu cara untuk memasuki gedung-gedung di Vatican adalah dengan memasuki Vatican Museum.

Saya kira-kira menghabiskan satu hari penuh di Museum Vatican ini. Kenapa bisa begitu lama di Museum Vatican? Terdapat sekitar 54 galeri yang berada didalam museum vatican dengan lebih dari 20 000 karya seni yang dipamerkan dan terdapat 70 000 koleksi seni yang dimiliki oleh museum ini.

Museum yang dibangun pada abad ke 16 ini, menyimpan koleksi-koleksi karya seni dari para Paus terdahulu. Sehingga bila kita lihat jumlah galeri yang ditawarkan bisa begitu banyak, karena terdapat beberapa galeri yang dikhususkan sebagai koleksi karya seni Paus-Paus tertentu.

Untuk bisa masuk ke Museum ini, kita tinggal membeli tiket ditempat atau secara online. Tiket yang dijual sebesar 17 Euro untuk memasuki Museum Vatican dan Sistine Chapel. Tiket dapat dilihat disini http://www.museivaticani.va/content/museivaticani/en.html. Kenapa saya tidak membeli tiket untuk memasuki Saint Peter Basilica? Karena antrian untuk memasuki gereja ini cukup panjang, jadi saya memilih untuk memasuki Sistine Chapel saja. Sama seperti saat membeli tiket ke Colosseum, terdapat biaya tambahan sekitar 4 Euro bila kita memesan tiket secara online. Jadi kita tidak perlu mengantri panjang hanya untuk membeli tiket, bila kita sudah membeli tiket secara online.

Perjalanan saya di Roma cukup mengasyikkan, melihat banyak bangunan-bangunan megah disini yang terlihat berbeda dengan kota-kota Eropa lainnya. Menjadi sebuah pengalaman unik bisa sampai kesini, seperti kata pepatah, banyak jalan menuju Roma, dan saya menemukan salah satu rute untuk sampai kesini.

(Visited 74 times, 1 visits today)

One Comment

Leave a Reply

%d bloggers like this: