Skip to content

Mengunjungi Granada Demi Melihat Kemegahan Alhambra

Trip kami berlanjut ke Granada. Setelah mengunjungi Barcelona, Madrid dan Sevilla. Kini giliran Granada yang coba kami singgahi. Sama seperti dari Madrid ke Sevilla, kami menggunakan operator bus ALSA untuk mengantarkan kami dari Sevilla ke Granada. Perjalanan ini memakan waktu kurang lebih 3 jam, dan kami memutuskan untuk berangkat pada siang hari.

granada
View perjalanan dari Sevilla ke Granada

View selama perjalanan cukup memanjakan mata, dimana kiri dan kanan jalan terdapat banyak pohon-pohon aneh yang jarang ditemukan di Indonesia. Landscape datarannya pun terlihat kering dan lebih mirip Afrika dibandingkan dataran Eropa. Hal unik inilah yang membuat saya tidak bosan selama perjalanan, apalagi kota-kota kecil yang terlihat eksotis membuat saya berpikir untuk melakukan road trip dengan menyewa mobil sendiri dibanding menggunakan bus agar dapat singgah di kota-kota kecil tersebut.

granada
View perjalanan dari Sevilla ke Granada
granada
solar panel di pinggir jalan

Sampai di Granada, kami menginap di jalan Gran Via, mungkin ini salah satu jalan protokol di Granada. Selain itu karena sudah sore hari, kami memutuskan untuk melihat matahari terbenam di Mirador San Nicolas. Lokasinya cukup dekat namun kita harus menaiki anak tangga melewati gang-gang kecil untuk sampai di tempat ini.

granada
Matahari Tenggelam di Mirador San Nicolas
granada
Penari di Mirador San Nicolas

Mirador San Nicolas memberikan panorama Alhambra dari jauh dan juga pegunungan Sierra Nevada yang puncaknya diselimuti salju. Sampai-sampai Bill Clinton pernah berucap bahwa view matahari terbenam di Alhambra adalah yang terbaik di Dunia. Hanya saja saat matahari terbenam tempat ini akan sangat crowded sehingga lebih baik untuk datang lebih awal agar anda menemukan posisi nyaman untuk duduk.

Saat perjalanan kembali ke hotel, kami mencoba melewati rute berbeda. Rute itu membawa kami ke sebuah gang, dimana di kiri dan kanan sepanjang gang, banyak terdapat toko pernah pernik dan juga restaurant dengan gaya timur tengah. Ternyata di Granada saat ini masih terdapat keturunan penduduk-penduduk bangsa Moor yang memeluk agama Islam pada zaman kesultanan Granada. Hal Ini diperkuat, dimana di Granada, terdapat Unesco World Heritage Site bernama Albaicín yang merupakan distrik yang arsitekturnya masih bergaya medieval Moorish.

granada
Kompleks Moor
granada

Alhambra jadi tujuan kami keesokan harinya. Terdapat beberapa bangunan di kompleks ini. Bahkan terdapat satu bangunan yang kita wajib datang sesuai jam booking tiket. Hal ini diakibatkan bangunan tersebut sudah cukup tua dan jumlah pengunjung pada bangunan tersebut wajib dikontrol jumlahnya.

Biaya masuk ke kompleks Alhambra ini sekitar 14 EUR. Di dalam Alhambra sendiri terdapat beberapa bangunan yang memiliki fungsi dan jenis yang berbeda seperti Generalife, Hall of the Abencerrajes, Court of the Lions and Fountain, Hall of the Ambassadors, Court of the Myrtles, Royal Complex.

Granada
Court of the Myrtles

Karena di dalam kompleks Alhambra ini terdapat beberapa bangunan utama, kami memutuskan untuk memasuki kompleks istana. Di kompleks istana ini kita dapat melihat ukiran-ukiran gaya dinasti Nasrid pada awalnya dan mata kita akan langsung tertuju kepada sebuah kolam yang airnya memantulkan bayangan dari gedung utama. Tempat ini dinamakan court of the Myrtles, menjadi salah satu spot foto yang bagus apalagi saat langit sedang cerah.

Granada
Court of the Myrtles

Saat pindah ke ruangan berikutnya, kita akan memasuki area bernama court of the lion. Yang menjadi ciri khas area ini adalah warna putih yang sangat kentara akibat banyaknya batu marmer putih yang digunakan untuk membangun area ini. Di tengah court of the lion terdapat air mancur kecil yang ditopang oleh patung Singa bernama fountai of the lion. Mungkin patung ini yang membuat area ini bernama court of the lion.

granada
Court of The Lion

Kami pun berjalan sedikit dan terdapat sebuah ruangan yang agak kecil bila dibandingan dengan ruangan yang lain, namun bila kita lihat kearah langit-langitnya, terdapat ukiran yang katanya berbentuk seperti stalaktit-stalaktit. Nama ruangan ini adalah hall of the Abencerrajes. Mungkin ruangan ini, mencoba mengingatkan sang raja tentang dinginnya musim dingin.

granada
Hall of the Abencerrajes
granada
Tower of the Ladies

Keluar dari kompleks istana, kami melihat sebuah bangunan yang bernama Tower of the Ladies. Tempat ini dulunya merupakan tempat tinggal dari orang-orang penting yang memiliki hubungan dengan kerajaan. Sekali lagi, pantulan bayangan dari bangunan ini yang membuat saya tertarik untuk menpotret bangunan ini.

granada
Generalife

Terdapat bangunan yang berlokasi agak jauh dari bangunan lainnya yaitu Generalife. Bangunan ini katanya merupakan tempat peristirahatan dari keluarga kerajaan, bila dibandingkan dengan kawasan istana, Generalife memang terlihat lebih santai dan tenang, berbeda dengan kompleks istana yang lebih sering digunakan untuk urusan kerajaan.

granada
Palace of Charles V

Palace of Charles V, menjadi bangunan baru setelah kerajaan Spanyol berhasil menaklukkan Granada. Bangunan ini bertujuan sebagai tempat tinggal keluarga kerajaan Spanyol, hanya saja sampai sekarang bangunan ini tidak pernah menjadi tempat tinggal dari keluarga kerajaan.

View Kota Granada dari salah satu titik di Alhambra

Palace of Charles V, jadi bangunan terakhir kami di Alhambra. Sebelum pulang saya ingin mencoba mengabadikan kota Granada dari ketinggian dan ternyata bisa mengambil gambar kota Granada dari Alhambra. Setelah ini kami pun melanjutkan makan siang, dan langsung melipir ke terminal bus untuk menuju kota terakhir yaitu Malaga.

(Visited 36 times, 1 visits today)

Be First to Comment

Leave a Reply

%d bloggers like this: